Hadis-hadis Rasulullah SAW banyak menceritakan mengenai perintah atau galakan menyembunyikan keaiban saudara selslam yang lain. Antaranya, hadis riwayat Imam Muslim, bahawa Nabi SAW bersabda:
“Seorang muslim yang menutup keaiban orang lain, maka Allah akan menutup keaibanya pada hari Kiamat”
Perhatikan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim yang bermaksud:
“Setiap umatku dimaafkan melainkan orang yang terang-terangan dan menunjuk-nunjuk dalam melakukan kemaksiatan yakni Al-Mujaharah. Dan sesungguhnya termasuk Al-Mujaharah ini ialah orang yang berbangga melakukan kejahatan pada malam hari, kemudian pada waktu paginya Allah menyembunyikan keaibannya tetapi dia pula menceritakan kepada orang lain dengan berkata:
”Ya fulan! Aku melakukan perbuatan ini dan itu semalam”,
padahal ketika dia tidur pada waktu malamnya Allah telah menutup keaibannya tetapi pada keesokannya dia mendedahkan apa yang telah ditutup oleh Allah SWT”.
Daripada Abu Hurairah RA katanya, “Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Setiap umatku akan dimaafkan melainkan orang-orang yang menunjuk-nunjuk perbuatan dosa (supaya diketahui oleh orang lain). Sesungguhnya antara perbuatan menunjuk-nunjuk itu ialah seseorang melakukan suatu perbuatan diwaktu malam kemudian berpagi-pagi dia bercerita sedangkan Allah telah menutupinya”, tiba-tiba dia berkata, “Wahai fulan, semalam aku telah melakukan begini dan begini”. Orang itu semalam-malaman telah ditutupi celanya oleh Allah, tetapi pagi-pagi dia membuka tutupan Allah ke atas dirinya."
“Seorang muslim yang menutup keaiban orang lain, maka Allah akan menutup keaibanya pada hari Kiamat”
Perhatikan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim yang bermaksud:
“Setiap umatku dimaafkan melainkan orang yang terang-terangan dan menunjuk-nunjuk dalam melakukan kemaksiatan yakni Al-Mujaharah. Dan sesungguhnya termasuk Al-Mujaharah ini ialah orang yang berbangga melakukan kejahatan pada malam hari, kemudian pada waktu paginya Allah menyembunyikan keaibannya tetapi dia pula menceritakan kepada orang lain dengan berkata:
”Ya fulan! Aku melakukan perbuatan ini dan itu semalam”,
padahal ketika dia tidur pada waktu malamnya Allah telah menutup keaibannya tetapi pada keesokannya dia mendedahkan apa yang telah ditutup oleh Allah SWT”.
Daripada Abu Hurairah RA katanya, “Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Setiap umatku akan dimaafkan melainkan orang-orang yang menunjuk-nunjuk perbuatan dosa (supaya diketahui oleh orang lain). Sesungguhnya antara perbuatan menunjuk-nunjuk itu ialah seseorang melakukan suatu perbuatan diwaktu malam kemudian berpagi-pagi dia bercerita sedangkan Allah telah menutupinya”, tiba-tiba dia berkata, “Wahai fulan, semalam aku telah melakukan begini dan begini”. Orang itu semalam-malaman telah ditutupi celanya oleh Allah, tetapi pagi-pagi dia membuka tutupan Allah ke atas dirinya."
0 comments:
Post a Comment
Comments with facebook.